Tampilkan postingan dengan label Copy Paste. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Copy Paste. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

RUANG LINGKUP MANAJEMEN II


Peranan Manajemen, Manajer dan Organisasi
            Manajemen, manajer dan organisasi memiliki hubungan yang saling berkaitan, dalam sebuah organisasi perusahaan ada manajer yang memanajemen organisasi dari perusahaan tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama.
Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut.
Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.

Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
  1. Peran Interpersonal
    Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;
    - Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
    - Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
    - Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
  2. Peran Informasi
    Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;
    - Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
    - Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
    - Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
    3. Peran Pengambil Keputusan
    Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
    - Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
    - Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
    - Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
    - Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

2. 2 Tujuan Manajemen
            Segala sesuatu dibentuk pasti ada tujuannya, baik tujuan yang positif atau negative. Demikian halnya dengan manajemen yang memiliki tujuan sebagai berikut :
  • Terwujudnya suasana kerjas yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota
  • Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengemangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
  • Terpenuhinya salah satu dari 4 (empat) kopetensi bekerja para anggota serta tertunjngnya kopetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai manajer.
  • Tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi.
  • Terbekalinya tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen).
  • Teratasinya masalah mutu pekerjaan karena 80% adalah mutu para pekerja disebakan karena manajemen.
Berdasarkan tujuan tersebut dapat dipahami bahwa manajemen memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sejak awal.













2.3 Proses Manajemen
         

Manajer melakukan kegiatan  Planing, Organizing, Leading dan Controling melalui peranan yang harus dilakukan antar pribadi (hubungan interpersonal) yang sangat membantu melaksanakn tugas pekerjaan, pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan dengan pekerjaanya terutama informasi mengenai policy perusahaan (informational role) dan peranan ketiga yang harus dilakukan oleh seorang manajer yang tidak kalah pentingnya adalah cara manajer mengimplentasikan suatu keputusan perusahaan dalam kegiatan perusahaan (Decesion Role)





Ketiga peranan yang harus dilakukan oleh seorang manajer akan selalu dan harus ada di setiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi, baik di posisi manjaer puncak, madya atau lini. Perbedaanya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan dimana semakin ke atas seseorang dalam kedudukannya pada posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya mengambil keputusan.
Jenjang manajer dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
  1. Top Manajer atau manajer puncak meliputi manajer yang diduduki di dewan direksi atau Chief Executif Officer (CEO) dengan tugas menyusun rencana perusahaan maupun pengelolaan harta kekayaan perusahaan.
  2. Middle Manajer atau Manajer Madya disebut sebagai manajer administrasi yang meliputi manajer – manajer divisi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasionil rencana yang telah disusun oleh Top Manager.
  3. Manajer Lini Operasional bertugas mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh karyawan sehari – hari. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).


2. 4.Fungsi – Fungsi Manajemen
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.

Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :
1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pelaksanaan (Activating).
3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pengarahan (Directing).






Berikut ini penjelasan dari masing – masing fungsi di atas :
1.      Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2.      Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
Ada empat bagian penting dalam pengorganisasian yaitu :
1)      Staffing
Staffing merupakan suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok -kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang – orang yang sesuai dengan keahliannya.
2)      Delegation of Authority
Yaitu pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan/kemampuan bawahan.
3)      Departementasi
Yaitu pengelompokan kegiatan – kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya dimana diantara pengelompokan kegiatan tersebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sama.
4)      Personalia
Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur organisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).

  1. Fungsi pengarahan
    Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.

Ada berbagai cara seorang pemimpin bias mengarahkan bawahannya dimana bawahan dapat melaksanakan pekerjaan tanpa adanya sikap mendua karena pertentangan atasan dari berbagai bagian. Cara – cara yang biasa dikenal adalah sebagai berikut :
1)      Pengarahan dilakukan dengan memberikan informasi yang diperlukan terutama yang berhubungan dengan masalah yang di hadapi karyawan. Pengarahan ini biasanya dilakukan terhadap karyawan baru.
2)      Pengarahan dengan cara memberikan perintah yang harus dilakukan oleh bawahan. Perintah tersebut dapat dilakukan secara tertulis maupun lisan dimana perintah tersebut perlu untuk dimengerti secara baik oleh atasan maupun bawahan.
Peranan seorang atasan sangat diperlukan dalam memberikan pengarahan kepada bawahan, karena dengan peranan atasan yang fleksibel diharapkan bawahan dapat bekerja secara efesien tanpa ada rasa keengganan yang dimunculkan.
Ada dua hal yang menunjang agar bawahan dapat bekerja lebih giat dan efektif, yaitu :
1)      Komunikasi
Komunikasi ini terutama komunikasi yang bersifat intern khususnya komunikasi antara atasan demgan bawahan.
2)      Motivasi
Faktor lain disamping terciptanya komunikasi yang menguntungkan adalah motivasi terhadap bawahan juga diperlukan. Motivasi merupakan pemberian dorongan dari atasan yang dapat mempengaruhi sikap mereka sehingga bersedia menjalankan tugas – tugas yang selaras dengan tujuan organisasi. Motivasi yang berhasil dari atasan dapat mrndorong kreatifitas karyawan dalam bekerja maupun dalam pemecahan masalah yang dihadapi bawahan.
  1. Fungsi Pengkoordinasi
    Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
Agar koordinasi dapat terlaksana dengan baik, setelah manajer melakukan fungsi perencanaan, pengarahan dan pengorganisasian maka seorang manajer harus menciptakan suasana atau lingkungan kerja yang mendorong terlaksananya koordinasi, misalnya : memberikan latihan atau training, memilih karyawan yang terampil, menciptakan suasana kerja yang nyaman dan sebagainya.
  1. Fungsi Pengawasan
    Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan. Fungsi pengawasan biasanya dilakukan dengan membandingkan segala sesuatu yang dilakukan dengan standard – standard yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi pengawasan memiliki tiga kegiatan yang harus dilakukan, yaitu :
1)      Menetapkan standard yang dipakai
Standard ditetapkan berdasarkan pada kemampuan orang bekerja secara normal, baik normal secara kualitatif (normal menurut pandangan umum, langsung, pimpinan) maupun normal secara kuantitatif (bias diukur melalui standard jam kerja, pendapatan, investasi)
2)      Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standard
3)      Melakukan koreksi
Dalam koreksi disini sudah ditelaah masalah – masalah yang dihadapi, analisa dan pemilihan alternative yang memungkinkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan kegiatan.


Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda-beda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya, belum lagi dilihat dari jenis organisasinya.
Berdasarkan operasionalnya, manajemen organisasi bisnis dapat dibedakan secara garis besar menjadi fungsi-fungsi:

  1. Manajemen SDM
  2. Manajemen Produksi
  3. Manajemen Pemasaran
  4. Manajemen Keuangan
Penjelasan dari masing – masing fungsi di atas adalah :
  1. Manajemen Sumber Daya Manusia
    Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang kita jalankan & bagaimana SDM yang terbaik tersebut dapat terpelihara & tetap bekerja bersama kita dengan baik.
  2. Manajemen produksi
    Adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang se-efesien mungkin.
  3. Manajemen pemasaran
    Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh konsumen, & bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
  4. Manajemen keuangan
    Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis, yaitu diukur secarra profit.



  1. Manajemen informasi
    Adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang berjalan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang.

2. 4. 1 Peran dan Keterampilan Manajemen
Seorang manajer harus memiliki dan mampu mengembangkan ketrampilan Teknis, Hubungan Manusia, Konseptual dan Pengambilan Keputusan serta Pengelolaan Waktu.

  1. Ketrampilan Teknis
    Ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas khusus.
  2. Ketrampilan Hubungan Manusia
    Ketrampilan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain
  3. Ketrampilan Konseptual
    Ketrampilan terkait dengan kemampuan untuk berpikir pada hal-hal yang abstrak, mendiagnosis dan menganalisis situasi yang berbeda dan memandang jauh kedepan.
  4. Ketrampilan Pengambilan Keputusan
    Kemampuan dalam identifikasi masalah, dan menentukan langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah.
  5. Ketrampilan Pengelolaan Waktu
    Ketrampilan yang berkaitan dengan pemanfaatan waktu secara produktif.

Sumber :

Hasibuan, 2005. Dasar-dasar manajemen,  Jakarta : Bumi Aksara

http://Manajemen menentukan keberhasilan// Written by Mr.Ndy on February 17, 2009 – 9:05 pm

Silalahi, 1996, Pengantar manajemen , teori dan praktek Jakarta : Rineka Cipta

Siswanto, HB.Dr. 2007. Pengantar manajemen¸ Jakarta : Bumi Aksara

 Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. 1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132
D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56
Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
WS, Winkel. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.Hlm.75


Rabu, 26 September 2012

Restoran Unik

en.wikipedia.o

Selama ini, yang kita tahu restoran itu merupakan rumah makan yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan itu serta memberikan pelayanan yang maksimal. Tak perduli tujuan kita ke restoran, entah karena lapar, atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-teman. Tapi apa jadinya jika restoran yang kita datang memiliki peraturan yang tidak biasa dan tidak bisa kita terima?
Di bawah ini merupakan restoran-restoran unik yang mempunyai peraturan sangat unik.
  1. Restoran Marmar, Dammam, Arab Saudi.
Peraturan yang Unik Di restoran ini adalah Anda harus menghabiskan makanan yang dipesan, tanpa sisa. Jika tidak, Anda harus membayar denda. Pemilik restoran ini, Fahad Al Anezi menyebutkan, peraturan unik itu dibuat untuk menghentikan pemborosan dan kebiasaan menghambur-hamburkan makanan. “Saya sering melihat konsumen saya yang sengaja memesan makanan dalam jumlah banyak hanya untuk pamer dan membuat orang di sekitarnya terkagum-kagum,” tutur Fahad seperti dikutip Gulf News. Ide unik ini muncul setelah Fahad menyaksikan berita wabah kelaparan di Somalia. Fahad kemudian menggunakan uang hasil denda untuk disumbangkan dan membantu penduduk Somalia yang menderita kelaparan.
  1. Restoran Wafu, Australia.
Jika anda hanya lapar mata, jangan pernah berfikir untuk makan di restoran ini. Restoran ini mempunyai peraturan yang bukan hanya memberi denda 30 % untuk pelanggan yang tidak menghabiskan seluruh makanan, tetapi restoran ini juga tidak mengizinkan pelanggan tersebut untuk esame kembali. Perlu diingat bukan hanya makanan utama saja yang perlu dihabiskan bahkan sayuran ataupun salad juga harus tidak bersisa di restoran ini. Karena salad dan sayuran juga berupa makanan bukan hiasan makanan.
  1. Bamboo Mongolian BBQ Swedia.
Seorang manajer restoran Gothenburg, Swedia, menendang tiga pengunjung karena tidak menghabiskan makanan mereka. Danilo Riquelme, dan dua temannya pertama kali menolak untuk makan makanan penutup dan kemudian ditendang keluar dari Bamboo Mongolia barbeque, Selasa malam karena tidak menyelesaikan semua makanan di piring mereka. Manajer restoran ini sangat kesal dengan ketiga pelanggan ini sehingga dia mengambil keputusan untuk mengusir mereka, bahkan seorang pelanggan tidak diberi kesempatan untuk menghabiskan bir-nya.
  1. Restoran McDain di Monroeville, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Jika restoran lain hanya membuat peraturan tidak boleh menyisakan makanan, maka di restoran ini lebih hanya sekedar itu, restoran yang terletak di Pennsylvania ini tidak menerima pelanggan anak-anak yang berumur kurang dari 6 tahun. Alasan restoran ini membuat peraturan tersebut, karena anak-anaklah yang sering tidak menghabiskan makanan atau membuang-buang makanan. Jadi, jika anda mempunyai anak atau seorang adik kecil yang berusia kurang dari 6 tahun, jangan berfikir membawanya kemari ya.
  1. Restoran Rogue 24 di Washington D.C.
Restoran ini mempunyai peraturan yang lebih unik lagi, daripada sekedar tidak mengizinkan anak dibawah 6 tahun dan tidak menghabiskan makanan. Peraturan di restoran ini yaitu setiap pelanggan yang ingin makan disini harus menandatangani perjanjian yang isinya tidak akan menggunakan ponsel atau kamera selama berada di restoran, peraturan yang dibuat ini sebenarnya hanya demi keamanan dan kenyamanan pelanggan yang sedang berada di restoran ini.

 Referensi :

Selasa, 19 Juni 2012

HARI RAYA PAGERWESI




Hari Raya Pagerwesi

Kata "pagerwesi" artinya pagar dari besi. Ini me-lambangkan suatu perlindungan yang kuat. Segala sesuatu yang dipagari berarti sesuatu yang bernilai tinggi agar jangan mendapat gangguan atau dirusak. Hari Raya Pagerwesi sering diartikan oleh umat Hindu sebagai hari untuk memagari diri yang dalam bahasa Bali disebut magehang awak. Nama Tuhan yang dipuja pada hari raya ini adalah Sanghyang Pramesti Guru.
Sanghyang Paramesti Guru adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melebur segala hal yang buruk. Dalam kedudukannya sebagai Sanghyang Pramesti Guru, beliau menjadi gurunya alam semesta terutama manusia. Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, sehingga tanpa arah dan segala tindakan jadi ngawur.
Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik pendeta maupun umat walaka. Dalam lontar Sundarigama disebutkan:
"Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Pramesti Guru kairing ring watek Dewata Nawa Sanga ngawerdhiaken sarwa tumitah sarwatumuwuh ring bhuana kabeh."
Artinya:
Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Pramesti Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga (sembilan dewa) untuk mengembangkan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.
Pelaksanaan upacara/upakara Pagerwesi sesungguhnya titik beratnya pada para pendeta atau rohaniawan pemimpin agama. Dalam lontar Sundarigama disebutkan:
Sang Purohita ngarga apasang lingga sapakramaning ngarcana paduka Prameswara. Tengahiwengi yoga samadhi ana labaan ring Sang Panca 0Maha Bhuta, sewarna anut urip gelarakena ring natar sanggah.
Artinya:
Sang Pendeta hendaknya ngarga dan mapasang lingga sebagaimana layaknya memuja Sang Hyang Prameswara (Pramesti Guru). Tengah malam melakukan yoga samadhi, ada labaan (persembahan) untuk Sang Panca Maha Bhuta, segehan (terbuat dari nasi) lima warna menurut uripnya dan disampaikan di halaman sanggah (tempat persembahyangan).
Hakikat pelaksanaan upacara Pegerwesi adalah lebih ditekankan pada pemujaan oleh para pendeta dengan melakukan upacara Ngarga dan Mapasang Lingga.
Tengah malam umat dianjurkan untuk melakukan meditasi (yoga dan samadhi). Banten yang paling utama bagi para Purohita adalah "Sesayut Panca Lingga" sedangkan perlengkapannya Daksina, Suci Praspenyeneng dan Banten Penek. Meskipun hakikat hari raya Pagerwesi adalah pemujaan (yoga samadhi) bagi para Pendeta (Purohita) namun umat kebanyakan pun wajib ikut merayakan sesuai dengan kemampuan. Banten yang paling inti perayaan Pegerwesi bagi umat kebanyakan adalah natab Sesayut Pagehurip, Prayascita, Dapetan. Tentunya dilengkapi Daksina, Canang dan Sodaan. Dalam hal upacara, ada dua hal banten pokok yaitu Sesayut Panca Lingga untuk upacara para pendeta dan Sesayut Pageh Urip bagi umat kebanyakan.
Makna Filosofi
Sebagaimana telah disebutkan dalam lontar Sundarigama, Pagerwesi yang jatuh pada Budha Kliwon Shinta merupakan hari Payogan Sang Hyang Pramesti Guru diiringi oleh Dewata Nawa Sangga. Hal ini mengundang makna bahwa Hyang Premesti Guru adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai guru sejati.
Mengadakan yoga berarti Tuhan menciptakan diri-Nya sebagai guru. Barang siapa menyucikan dirinya akan dapat mencapai kekuatan yoga dari Hyang Pramesti Guru. Kekuatan itulah yang akan dipakai memagari diri. Pagar yang paling kuat untuk melindungi diri kita adalah ilmu yang berasal dari guru sejati pula. Guru yang sejati adalah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu inti dari perayaan Pagerwesi itu adalah memuja Tuhan sebagai guru yang sejati. Memuja berarti menyerahkan diri, menghormati, memohon, memuji dan memusatkan diri. Ini berarti kita harus menyerahkan kebodohan kita pada Tuhan agar beliau sebagai guru sejati dapat megisi kita dengan kesucian dan pengetahuan sejati.
Pada hari raya Pagerwesi adalah hari yang paling baik mendekatkan Atman kepada Brahman sebagai guru sejati . Pengetahuan sejati itulah sesungguhnya merupakan "pager besi" untuk melindungi hidup kita di dunia ini. Di samping itu Sang Hyang Pramesti Guru beryoga bersama Dewata Nawa Sanga adalah untuk "ngawerdhiaken sarwa tumitah muang sarwa tumuwuh."
Ngawerdhiaken artinya mengembangkan. Tumitah artinya yang ditakdirkan atau yang terlahirkan. Tumuwuh artinya tumbuh-tumbuhan.
Mengembangkan hidup dan tumbuh-tumbuhan perlulah kita berguru agar ada keseimbangan.
Dalam Bhagavadgita disebutkan ada tiga sumber kemakmuran yaitu:
Krsi yang artinya pertanian (sarwa tumuwuh).
Goraksya, artinya peternakan atau memelihara sapi sebagai induk semua hewan.
Wanijyam, artinya perdagangan. Berdagang adalah suatu pengabdian kepada produsen dan konsumen. Keuntungan yang benar, berdasarkan dharma apabila produsen dan konsumen diuntungkan. Kalau ada pihak yang dirugikan, itu berarti ada kecurangan. Keuntungan yang didapat dari kecurangan jelas tidak dikehendaki dharma.
Kehidupan tidak terpagari apabila tidak berkembangnya sarwa tumitah dan sarwa tumuwuh. Moral manusia akan ambruk apabila manusia dilanda kemiskinan baik miskin moral maupun miskin material. Hari raya Pagerwesi adalah hari untuk mengingatkan kita untuk berlindung dan berbakti kepada Tuhan sebagai guru sejati. Berlindung dan berbakti adalah salah satu ciri manusia bermoral tanpa kesombongan.
Mengembangkan pertanian dan peternakan bertujuan untuk memagari manusia dari kemiskinan material. Karena itu tepatlah bila hari raya Pagerwesi dipandang sebagai hari untuk memerangi diri dengan kekuatan meterial. Kalau kedua hal itu (pertanian dan peternakan) kuat, maka adharma tidak dapat masuk menguasai manusia. Yang menarik untuk dipahami adalah Pagerwesi adalah hari raya yang lebih diperuntukkan para pendeta (sang purohita). Hal ini dapat dipahami, karena untuk menjangkau vibrasi yoga Sanghyang Pramesti Guru tidaklah mudah. Hanya orang tertentu yang dapat menjangkau vibrasi Sanghyang Pramesti Guru. Karena itu ditekankan pada pendeta dan beliaulah yang akan melanjutkan pada masyarakat umum. Dalam agama Hindu, purohita adalah adi guru loka yaitu guru utama dari masyarakat. Sang Purohita-lah yang lebih mampu menggerakkan atma dengan tapa brata.
Dalam Manawa Dharmasastra V, 109 disebutkan:
Atma dibersihkan dengan tapa bratabudhi dibersihkan dengan ilmu pengetahuan (widia) manah (pikiran) dibersihkan dengan kebenaran dan kejujuran yang disebut satya.
Penjelasan Manawa Dharmasastra ini adalah bahwa atma yang tidak diselimuti oleh awan kegelapan dari hawa nafsu akan dapat menerima vibrasi spiritual dari Brahman. Vibrasi spiritual itulah sebagai pagar besi dari kehidupan dan itu pulalah guru sejati. Karena itu amat ditekankan pada Hari Raya Pagerwesi para pendeta agar ngarga, mapasang lingga.
Ngarga adalah suatu tempat untuk membuat tirtha bagi para pendeta. Sebelum membuat tirtha, terlebih dahulu pendeta menyucikan arga dengan air, dengan pengasepan sampai disucikan dengan mantra-mantra tertentu sehingga tirtha yang dihasilkan betul-betul amat suci. Pembuatan tirtha dalam upacara-upacara besar dilakukan dengan mapulang lingga. Tirtha suci itulah yang akan dibagikan kepada umat. Mengingat ngargha mapasang lingga dianjurkan oleh lontar Sundarigama pada hari Pagerwesi ini, berarti para pendeta harus melakukan hal yang amat utama untuk mencapai vibrasi spiritual payogan Sanghyang Pramesti Guru.
Sesayut Panca Lingga dengan inti ketipat Lingga adalah memohon lima manifestasi Siwa untuk memberikan benteng kekuatan (pager besi) dalam menghadapi hidup ini. Para pendetalah yang mempunyai kewajiban menghadirkan lebih intensif dalam masyarakat. Kemahakuasaan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Siwa dengan simbol Panca Lingga, Sesayut Pageh Urip bagi kebanyakan atau umat yang masih walaka. Kata "pageh" artinya "pagar" atau "teguh" sedangkan "urip" artinya "hidup". "Pageh urip" artinya hidup yang teguh atau hidup yang terlindungi. Kata "sesayut" berasal dari bahasa Jawa dari kata "ayu" artinya selamat atau sejahtera.
Natab Sesayut artinya mohon keselamatan atau kerahayuan. Banten Sesayut memakai alas sesayut yang bentuknya bundar dan maiseh dari daun kelapa. Bentuk ini melambangkan bahwa untuk mendapatkan keselamatan haruslah secara bertahap dan beren-cana. Tidak bisa suatu kebaikan itu diwujudkan dengan cara yang ambisius. Demikianlah sepintas filosofi yang terkandung dalam lambang upacara Pagerwesi.
Di India, umat Hindu memiliki hari raya yang disebut Guru Purnima dan hari raya Walmiki Jayanti. Upacara Guru Purnima pada intinya adalah hari raya untuk memuja Resi Vyasa berkat jasa beliau mengumpulkan dan mengkodifikasi kitab suci Weda. Resi Vyasa pula yang menyusun Itihasa Mahabharatha dan Purana. Putra Bhagawan Parasara itu pula yang mendapatkan wahyu ten-tang Catur Purusartha yaitu empat tujuan hidup yang kemudian diuraikan dalam kitab Brahma Purana.
Berkat jasa-jasa Resi Vyasa itulah umat Hindu setiap tahun merayakan Guru Purnima dengan mengadakan persembahyangan atau istilah di India melakukan puja untuk keagungan Resi Vyasa dengan mementaskan berbagai episode tentang Resi Vyasa. Resi Vyasa diyakini sebagai adi guru loka yaitu gurunya alam semesta.
Sedangkan Walmiki Jayanti dirayakan setiap bulan Oktober pada hari Purnama. Walmiki Jayanti adalah hari raya untuk memuja Resi Walmiki yang amat berjasa menyusun Ramayana sebanyak 24.000 sloka. Ke-24. 000 sloka Ramayana itu dikembangkan dari Tri Pada Mantra yaitu bagian inti dari Savitri Mantra yang lebih populer dengan Gayatri Mantra. Ke-24 suku kata suci dari Tri Pada Mantra itulah yang berhasil dikembangkan menjadi 24.000 sloka oleh Resi Walmiki berkat kesuciannya. Sama dengan Resi Vyasa, Resi Walmiki pun dipuja sebagai adi guru loka yaitu maha gurunya alam semesta.
Sampai saat ini Mahabharata dan Ramayana yang disebut itihasa adalah merupakan pagar besi dari manusia untuk melindungi dirinya dari serangan hawa nafsu jahat.
Jika kita boleh mengambil kesimpulan, kiranya Hari Raya Pagerwesi di Indonesia dengan Hari Raya Guru Purnima dan Walmiki Jayanti memiliki semangat yang searah untuk memuja Tuhan dan resi sebagai guru yang menuntun manusia menuju hidup yang kuat dan suci. Nilai hakiki dari perayaan Guru Purnima dan Walmiki Jayanti dengan Pegerwesi dapat dipadukan. Namun bagaimana cara perayaannya, tentu lebih tepat disesuaikan dengan budaya atau tradisi masing-masing tempat. Yang penting adalah adanya pemadatan nilai atau penambahan makna dari memuja Sanghyang Pramesti Guru ditambah dengan memperdalam pemahaman akan jasa-jasa para resi, seperti Resi Vyasa, Resi Walmiki dan resi-resi yang sangat berjasa bagi umat Hindu di Indonesia.
(Sumber: Buku "Yadnya dan Bhakti" oleh Ketut Wiana, terbitan Pustaka Manikgen)

Sumber : http://www.parisada.org